![]() |
| Ilustrasi |
Namun, sesungguhnya wajahnya pucat. Tubuh mahasiswi semester tiga sebuah universitas di Jakarta itu pun kurus dan rambutnya menipis.
Ans berupaya menceritakan petaka yang menimpanya saat diperkosa seorang pemuda. Namun, suaranya semakin pelan, tenggelam. Ia ingin menangis, tetapi air matanya sepertinya sudah kering.
Sejak menjadi korban pemerkosaan pada 1 September 2013, hampir setiap hari dia menangis. Apalagi, polisi malah menetapkannya sebagai tersangka kasus perusakan setelah ia dan keluarganya menolak tawaran berdamai dari tersangka pemerkosanya.
”Sejak peristiwa itu, keponakan saya ini berubah drastis. Dia di rumah saja, tidak berani keluar dan akhirnya berhenti kuliah,” kata Arif Rafiatur, paman korban.











